Sabtu, 20 Juni 2009

Nyanyian Hati Senja Utama

Senja Utama Semarang 20.00

Rasa sayangku padamu ternyata bisa mengalahkan segalanya. walau seharian ini tubuhku dilanda penat, kupaksakan juga melangkah menuju stasiun membeli selembar tiket Senja Utama. Cinta, aku menghawatirkan dirimu dan juga menghawatirkan hubungan kita. Sudah beberapa hari ini kau tak membalas pesan-pesan singkatku. Aku juga tak lagi mendengar tawa renyahmu yang selalu membuatku rindu lewat telepon selularku. Dan kini, ketika kakiku perlahan menapaki anak tangga menuju gerbong, semata-mata karena aku ingin melihat lagi senyum manis yang menghiasi wajahmu.

Aku bisa mengerti kenyataan yang kau dapat beberapa hari terakhir ini membuatmu gundah. Aku bisa mengerti kesulitanmu, mau ditaruh mana muka dan kehormatan keluargamu jika suatu masa kelak mereka tahu rahasia ini. Tapi cinta, itu semua adalah masa lalu dan semua itu adalah perbuatan orang tuaku, bukan aku maupun adik-adikku. Aku memang salah tak menceritakan semuanya padamu di awal hubungan kita sehingga kamu merasa dibohongi. Namun cobalah kau tanyakan pada dirimu sendiri, jika saat itu aku menceritakan semuanya padamu, masihkah kau mau jalan denganku hingga saat ini ?

Ah cinta, aku ini cuma makhluk kecil di alam semesta maha luas yang tak pernah tahu rahasia Ilahi macam apa yang ditetapkan untukku. Aku menjalani hidup bagai rangkaian kereta yang meliuk-liuk mengikuti alur yang kadang tidak mulus dan berbunyi jeglag-jeglug tiap kali roda kereta melibas potongan-potongan rel kehidupan. Aku cuma berharap kau bisa memaafkanku dan melihat senyummu lagi saat kuketuk pintu rumahmu esok pagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar